Peluncuran ETF Gagal Dongkrak XRP, Pasar Justru Lesu

Follback_berita

Cryptoharian – Harga XRP turun tajam meski peluncuran ETF pertama untuk aset ini sempat memicu euforia. Pada 9 April, XRP diperdagangkan di sekitar US$ 1,81, melemah hampir 5 persen dalam 24 jam terakhir menurut data dari Coingecko. Melansir dari coingape.com, antusiasme pasar terhadap ETF baru ini tampaknya tak cukup kuat untuk mendorong harga naik. ETF

Timah (TINS) Gencar Eksplorasi

Timah (TINS) Gencar Eksplorasi

JAKARTA, investor.id – PT Timah Tbk (TINS) bakal gencar melakukan eksplorasi untuk memperkuat sumber daya dan cadangan. Di laut, TINS fokus mengeksplorasi di perairan Bangka dan Kundur. Sedangkan, di darat eksplorasi dilakukan di Pulau Bangka dan Belitung.

Pada 2024, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID tersebut mencatatkan sumber daya sebesar 807.234 ton dan cadangan timah sebesar 312.506 ton. Tahun ini, eksplorasi dilanjutkan sehubungan dengan semakin ketatnya pasokan global dan potensi menggeliatnya permintaan di pasar ekspor.

Baca juga: Kinerja Timah (TINS) 2024, Penjualan Naik sampai Berbalik Untung

Sebagaimana tercermin dari kinerja TINS di 2024. Penjualan logam timah perseroan di pasar global mencapai 88% yang meliputi enam negara destinasi ekspor seperti Korea Selatan sebesar 19%; Singapura 18%; Jepang 12%, Belanda 12%; India 10%, dan China 7%. Sementara, penjualan logam timah di pasar domestik mencapai 12%.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TINS Rendi Kurniawan menyatakan, aktivitas pertambangan timah dan operasional usaha melalui kegiatan eksplorasi baik darat maupun laut dipastikan terus berlanjut. “Untuk menemukan sumber daya dan cadangan mineral timah,” ujar Rendi dalam keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).

TINS, demikian dikatakan Redi, siap menghadapi tantangan ke depan dengan melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Di antaranya, dengan melakukan optimalisasi dan meningkatkan produksi bijih timah.

Baca juga: Timah (TINS) Ekspansi Bisnis Pasir Silika

Selain itu, TINS juga akan melakukan perbaikan dari aspek tata kelola kerja sama kemitraan dan kerja sama penambangan darat dan laut. Lebih lanjut, ujar Rendi, TINS akan melakukan optimalisasi dan efisiensi secara berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimalisasi kinerja dan pengembangan anak perusahaan.

Sepanjang kuartal akhir 2024, kegiatan eksplorasi TINS berfokus pada komoditas timah dengan jumlah biaya yang dikeluarkan total sebesar Rp 42 miliar dan biaya operasional sebesar Rp 49 miliar.

[embed type=youtube]https://www.youtube.com/watch?v=3YUJQ7oM66E[/embed]

 

Prioritas TINS di 2025

Sebelumnya, Direktur Operasi PT Timah Tbk Nur Adi Kuncoro mengungkapkan sejumlah program yang menjadi prioritas TINS di 2025 salah satunya adalah mempercepat penyelesaian IUP operasi produksi (OP). Ini dilakukan, mengingat kurang lebih 70% dari IUP OP Timah bakal berakhir tahun ini.

“Tentunya, kami sudah berkoordinasi dengan minerba untuk menyelesaikan perpanjangan IUP tersebut,” tutur Adi.

Baca juga: Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Terkerek Ekspor

Sepanjang kuartal akhir 2024, kegiatan eksplorasi TINS berfokus pada komoditas timah dengan jumlah biaya yang dikeluarkan total sebesar Rp 42 miliar dan biaya operasional sebesar Rp 49 miliar.

Di samping mempercepat IUP OP, TINS juga memprioritaskan optimalisasi dan peningkatan produksi. “Jadi, di sini kami fokus meningkatkan produksi dengan alat produksi yang beroperasi saat ini dan menambah jumlah unit yaitu kapal isap produksi dan ponton isap produksi,” ujarnya.

Prioritas berikutnya, TINS fokus memperbaiki tata kelola kemitraan dan kerja sama penambangan baik di darat maupun laut. Sebab, menurut Adi, kondisi di Bangka Belitung dominan dengan kegiatan penambangan berskala kecil, sehingga TINS perlu mempercepat kemitraan guna menggenjot kapasitas produksi.

Baca juga: Antam (ANTM) Cetak Penjualan Rp 69 Triliun, Emas Melonjak 120%

Terakhir, TINS akan melakukan optimalisasi mineral ikutan timah. “Jadi, produk selain timah, ada mineral ikutan timah seperti zirkon, monasit, dan ilmenite kami perbaiki untuk kami tingkatkan dengan memberikan value dari mineral-mineral tersebut,” ujar Adi.

Dari sisi target kinerja keuangan, Adi menyebut, TINS membidik pendapatan meningkat menjadi Rp 12,26 triliun dan laba bersih berada di level Rp 1,1 triliun serta EBITDA sebesar Rp 2,4 triliun.

[embed type=stock]TINS[/embed]

 

 

 

 

OJK Menetapkan Saham PT Medela Potentia Tbk sebagai Efek Syariah

Follback_berita

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-11/PM.02/2025 tentang Penetapan Saham PT Medela Potentia Tbk sebagai efek syariah. Dengan dikeluarkannya Keputusan
The post OJK Menetapkan Saham PT Medela Potentia Tbk sebagai Efek Syariah appeared first on Media Asuransi News.

Dana Asing Kabur Rp3,69 T Saat IHSG Longsor, 5 Saham Ini Paling Banyak Dilego

Follback_berita

Jakarta – Aliran dana investor asing terlihat kembali keluar dari Indonesia. Tercatat, net foreign sell pada perdagangan Selasa, 8 April 2025 tercatat mencapai Rp3,69 triliun.  Dengan kembali tingginya arus keluar
The post Dana Asing Kabur Rp3,69 T Saat IHSG Longsor, 5 Saham Ini Paling Banyak Dilego appeared first on Infobanknews.

Apakah DOGE Siap Balik ke Atas Pasca Terpuruk?

Follback_berita

Cryptoharian – Dogecoin (DOGE) tengah menghadapi fase lesu yang membuat banyak investor bertanya-tanya, apakah masa kejayaan koin meme ini sudah tamat? Setelah turun ke level US$ 0,1293, DOGE berhasil mencatat rebound yang cukup kuat, tanda bahwa para pembeli belum sepenuhnya menyerah. Namun di luar pergerakan harga itu, minat pasar tampak mulai bergeser ke proyek-proyek baru

IPCM Bukukan Laba Bersih Rp166,8 Miliar di 2024

Follback_berita

Media Asuransi, JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengumumkan laporan  keuangan audited untuk tahun buku 2024. Melanjutkan kinerja yang baik sebelumnya, IPCM mencatatkan laba bersih sebesar Rp166,8 miliar,
The post IPCM Bukukan Laba Bersih Rp166,8 Miliar di 2024 appeared first on Media Asuransi News.

S&P 500 Rontok, Bitcoin Intai Peluang di Tengah Kekacauan

Follback_berita

Cryptoharian – Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah Gedung Putih memastikan bahwa tarif impor sebesar 104 persen untuk barang-barang dari Tiongkok akan berlaku mulai 9 April. Harapan pelaku pasar akan adanya kesepakatan di menit akhir pupus setelah penasihat perdagangan Presiden Donald Trump, Peter Navarro, menegaskan bahwa tarif ini ‘bukan bahan negosiasi’. Pasar langsung bereaksi. Indeks

IHSG Merah Lagi, Saham Ini yang Diburu, PANI PTRO Masih Tertekan

Follback_berita

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diparkir memerah -0,33% ke level 5.976,42 per akhir sesi I perdagangan Rabu (9/4/2025). Padahal di awal sesi, IHSG sempat positif 1,56% namun kemudian tertekan.

Sejumlah 317 saham ada di zona merah, 283 saham hijau, dan 184 saham stagnan. Nilai transaksi Rp 6,27 triliun.

Baca juga: Kinerja Timah (TINS) 2024, Penjualan Naik sampai Berbalik Untung

Sembilan sektor saham melemah, dengan yang terparah melanda sektor cyclical -1,94%. Sedangkan dua sektor saham menghijau, yakni sektor infrastruktur +1,11% dan sektor industrial +0,97%.

Indeks LQ45 sendiri menguat 0,45%, dengan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengalami lonjakan 11,43% ke level Rp 1.560. Saham Antam laris dengan nilai transaksi Rp 151,6 miliar. Dan net buy Rp 34,9 miliar, berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas.

BMRI, PANI, PTRO

[#pagebreak#]

Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat masing-masing +0,86% dan +1,29%.

Saham BMRI diserbu mencatatkan nilai transaksi tertinggi Rp 871,17 miliar. Dan berdasarkan aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BMRI mencetak net buy Rp 73 miliar.

Baca juga: Besok Cum Dividen BBRI, Segini per Sahamnya

Sementara itu, saham konglomerasi, seperti saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) masih tetekan -9,41% ke Rp 7.700 serta saham PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 8,41% ke Rp 1.905.

Kemarin, kedua saham ini juga longsor, di mana PANI -15% dan PTRO -14,55%.

[embed type=stock]PTRO[/embed]

IHSG Rontok, Bos LPS: Good Time to Buy

Follback_berita

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh ke level 5.912,06 dari level 6.510,62 atau merosot 9,19 persen pada perdagangan Selasa, 8 April 2025, sehingga dilakukan penghentian sementara (trading
The post IHSG Rontok, Bos LPS: Good Time to Buy appeared first on Infobanknews.

Emiten Baru Labanya Melonjak 815%

Follback_berita

JAKARTA, investor.id – PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2024.

Dalam laporan keuangan yang telah diaudit tersebut, DGWG mencatatakan capaian kinerja yang cemerlang dengan mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 182 miliar dengan pendapatan usaha sebesar Rp 3,4 triliun. Dengan pencapaian tersebut DGWG berhasil meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 815% di tahun 2024.

Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 178,68 miliar di tahun 2024. Dari Rp 15,23 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, DGWG siap mengincar pertumbuhan bisnis baik dari segi pendapatan dan laba bersih double digits di tahun mendatang.

Capaian tersebut, sesuai dengan proyeksi manajemen dengan memperhatikan periode musim tanam yang lebih baik di tahun 2024 pasca El Nino yang mendorong pertumbuhan permintaan produk-produk agrokimia serta semakin meningkatnya loyalitas konsumen terhadap produk-produk perseroan.

Baca juga: Besok Cum Dividen BBRI, Segini per Sahamnya

“Pertumbuhan kinerja bisnis tahun 2024 tidak hanya dikarenakan faktor siklus El Nino yang berakhir namun juga didukung dengan meningkatnya loyalitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk DGWG “ ujar Presiden Direktur DGWG, David Yaory dalam keterangan resmi dikutip Rabu (9/4/2025).

Sementara itu, Direktur Keuangan DGWG, Danny Jo Putra, menjelaskan, perseroan memiliki empat pilar bisnis strategis di sektor input pertanian, yaitu produk seperti agrokimia, pupuk, alat pertanian dan distribusi internal.

“Kontributor utama pendapatan usaha tahun 2024 masih berasal dari segmen usaha agrokimia dan pupuk. Kedua segmen usaha tersebut menjadi segmen usaha yang memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja penjualan Perseroan,” ungkap Danny.

Atas pencapaian di tahun 2024, DGWG tengah menyiapkan beberapa langkah ekspansif dalam menjaga laju pertumbuhan bisnis di tahun-tahun mendatang. Adapun langkah yang disiapkan di antaranya mulai beroperasinya pabrik karbamasi (bahan aktif agrokimia) yang diproyeksikan untuk menjangkau pasar domestik dan global serta segera beroperasi di kuartal II 2025.

“Sambutan pasar sangat positif terhadap segmen usaha karbamasi kami. Hal ini terlihat dari banyaknya calon mitra yang berminat menjalin kerja sama untuk memasok produk bahan aktif agrokimia baik dalam bentuk bahan baku maupun setengah jadi saat kami berpartisipasi dalam Agrochemical & Crop Protection Exhibition 2025 di Shanghai pada pertengahan Maret lalu,” terang David.

Bangun Pabrik Pupuk

[#pagebreak#]

Di segmen pupuk, DGWG yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025 itu merencanakan pembangunan pabrik pupuk di wilayah Sumatra yang ditargetkan mulai melakukan proses pembangunan juga di kuartal II-2025. Pabrik pupuk ini bertujuan untuk menambah kapasitas produksi sebanyak 100.000 metrik ton per tahun pada tahap awal. Selain itu, pabrik ini diharapkan dapat memenuhi permintaan lokal dengan harga yang lebih kompetitif, seiring dengan penurunan biaya distribusi.

Adapun sumber dana pembangunan pabrik pupuk ini menggunakan sumber dana dari laba ditahan yang disiapkan dalam rencana bisnis 2025.

Selain itu, DGWG juga berupaya menarik pertumbuhan permintaan dengan meluncurkan beragam produk baru yang menjelajahi hampir seluruh lanskap segmen usaha. “Kami akan terus memperluas portofolio produk kami untuk mencakup berbagai kebutuhan pasar yang terus berkembang,” terang David.

Baca juga: Saham Antam (ANTM) Loncat, Punya Riwayat Dividen 100%

Di pasar domestik, DGWG telah bekerja sama dengan sekitar 7.000 kios tani, yang melayani sekitar 30% dari total petani di Indonesia. Selain ekspansi di dalam negeri, ke depan DGWG juga akan memperluas jangkauan pasar ekspor dengan menargetkan kawasan ASEAN, China, Asia Selatan, Australia, serta Amerika Latin, termasuk Brasil.

Dengan potensi yang dimiliki, DGWG optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level double digits pada tahun 2025. Perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 16% dan laba bersih sebanyak 27% pada tahun depan.

[embed type=stock]DGWG[/embed]

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan bisnis, DGWG mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 133 miliar pada tahun 2025, yang melanjutkan realisasi penggunaan capex tahun lalu yang mencapai Rp 182 miliar.

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri agrokimia dan pupuk, serta sektor terkait pertanian lainnya. DGWG berkomitmen untuk menyediakan produk-produk berkualitas yang mendukung keberlanjutan pertanian baik domestik maupun global.